Alquran Terjemahan Bahasa Palembang Seharusnya cetak lebih dari 1.000 eksemplar

Beritahaluan.com – Peluncuran Alquran terjemahan bahasa Palembang beberapa bulan lalu, kini sedang direalisasikan produksi secara massal. Namun, Alquran terjemahan bahasa daerah ini akan dicetak secara terbatas.

Menurut Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Sirozi, Alquran terjemahan Bahasa Palembang ini hanya akan dicetak 100 eksemplar. Namun, diakuinya kebutuhan Alquran bahasa daerah ini bisa mencapai lebih dari 1.000 eksemplar.

Karena, dengan jumlah itu akan mudah didistrubusikan ke 17 Kabupaten/Kota di Sumsel. Bahkan, bisa jadi buah tangan para wisatawan.

“Alquran terjemahan bahasa Palembang ini hanya dicetak 100 eksemplar dari Kementerian Agama. Padahal, kita butuh lebih banyak dari itu,” katanya, Jumat (10/1/2020).

Alquran terjemahan bahasa Palembang ini akan diproduksi dengan jumlah 915 halaman, sampul Alquran bercorak merah yang disesuaikan kekhasan Kota Palembang.

Tingginya kebutuhan Alquran terjemahan bahasa Palembang ini, lanjutnya, membutuhkan bantuan dari Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Sumsel.

Dia menegaskan, Alquran terjemahan Bahasa Palembang ini tidak akan dikomersilkan. Karena sesuai dengan tujuan awal penerjemahan yang dirintis para budayawan hingga tokoh di Kota Palembang. Namun, pihaknya tetap akan mencari sumber dana yang tak mengikat.

Nilai penting pada terjemahan Alquran ini, adalah kajian akademik bahasa Palembang dan agama. Masyarakat Sumsel diprediksinya akan tertarik membaca Alquran karena ada bahasa lokal.

“Kami (UIN Raden Fatah Palembang) hanya sebagai fasilitator dan koordinator yang ingin masyarakat Sumsel. Adanya Alquran terjemahan Bahasa Palembang ini juga akan mampu mengaktualisasikan budaya Kota Palembang,” katanya.

 Assisten 1 Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Akhmad Najib mengatakan, dengan hadirnya Alquran terjemahan Bahasa Palembang, menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumsel. Meskipun dari sisi kosa kata bahasa Palembang yang dipergunakan masih belum familiar di telinga.

“Karena itu jarang digunakan dalam bahasa sehari-hari. Tapi dengan terjemahan Alquran ini, secara tidak langsung muncul rasa ingin tahu isi terjemahannya sekaligus ikut mencintai kitab alqurannya,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel akan menyosialisasikan Alquran terjemahan Bahasa Palembang ini ke masyarakat, untuk menggaungkan keberadaan Alquran ini.

Mereka pun menyambut baik rencana Pencetakan Alquran dengan terjemahan Bahasa Palembang ini dengan jumlah yang lebih besar. Sehingga dapat didistribusikan ke masjid-masjid, majelis taklim, rumah tahfiz, dan lainnya.

“Kalau hanya 100 eksemplar yang dicetak dari Kementerian Agama, tentu akan kurang, masjid di Sumsel jumlahnya ribuan,” ujarnya.

artikelini telah tayang di

https://www.liputan6.com/regional/read/4152870/alquran-terjemahan-bahasa-palembang-hanya-dicetak-100-eksemplar

(ads)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *