KOSGORO 1957 Sumsel; “Musda X Golkar Sumsel Belum Selesai, Belum Ada Ketua Terpilih, Anita Noeringhati dan Nurdin Halid akan Dilaporkan”

Berita Haluan.com. –Palembang. Haidir Rohimin peserta mandat dari DPD KOSGORO 1957 Provinsi Sumsel menegaskan “Musda X Golkar Sumsel belum selesai, belum ada Ketua terpilih lebih dari itu pimpinan rapat arogan dan panitia tidak netral” Pelaksanaan Musda X DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel pada tanggal 4-5 Maret 2020 yang berahir mosi tidak percaya dan Wolk Out dan belum ada keputusan yang menetapkan pemilihan ketua terpilih. Minggu 8/3/20

Tampak jelas keberpihakan panitia pengarah ketidak netralan dan terkesan berpihak kepada salah satu calon ketua DPD yang ikut berkompetisi. “Saya selaku peserta mandat dari KOSGORO 1957 mengecam ketidak netralan panitia dan pimpinan sidang” Tegas Haidir sambil memukulkan tanganggnya di atas meda saat ditemui awak media.    

Haidir sebagai sekretaris Kosgoro 1957 menyatakan, Ketidak netralan itu tampak jelas, pimpinan sidang dan panitia tidak mau menjalankan perintah Juklak-2/DPP/GOLKAR/II/2020 Pasal 38 tentang Tata Cara Pemilihan Ketua/Ketua Formatur poin (B) ayat a, b, c, d, e dan f. Dalam huruf e. Pemeriksaan faktual sebagaimana dimaksud huruf c adalah proses konfirmasi dan klarifikasi terhadap keabsahan surat dukungan tertulis dari pemegang hak suara. Dengan tidak dilaksanakan verifikasi faktual diduga ada penghilangan berkas dan merugikan pihak calon yang kami dukung Andie Dinialdie. Ujar Haidir

Lebih lanjut BMK KOSGORO 1957 Novarizal mengatakan, “Tidak ada hasil pemilihan ketua DPD I dan belum ada ketua yang sah hasil Musda X, karena Musda sudah diahiri di Pleno V disaat pembahasan syarat dukungan yang berahir Wolk Out, artinya jika ada pihak yang melanjutkan musda yang hanya beberapa gelintir orang Itu legitimasinya tidak sah”

Sementara itu, Eliyanto Abusama Ketua BAKUMHAM Kosgoro 1957 menegaskan “Musda X ini harus segera diambil alih oleh DPP Partai Golkar untuk melanjutkan Musda yang hanya sampai Pleno V sesuai dengan Juklak-2/DPP /GOLKAR/II/2020 pada Pasal 30 (10) apabila Musda Provinsi sebagaimana dimaksud ayat 9 tidak berjalan tertib dan lancar Dewan Pimpinan Pusat Partai GOLKAR dapat memindahkan tempat pelaksanaan Musda Provinsi”

Kami yang tergabung dalam kelompok mosi tidak terpercaya terhadap Musda X Partai Golkar Sumsel terdiri dari  DPD II OKU Timur, OKU, OI, LAHAT, PALI, Muara Enim, Palembang, OKU Selatan, Lubuk Linggau, Musi Rawas,  Prabumulih, Empat Lawang serta Ormas Satker Ulama, Alhidayah, Soksi, AMPI, MKGR, MDI, KOSGORO 1957 tetap solid dan tidak mau golkar di pimpin oleh orang yang merebut dengan cara melawan hukum, ini preseden buruk ke depan bagi partai pemenang di Sumsel.

Untuk tindakan lebih lanjut, ada upaya hukum di internal Partai Golkar yang akan kami tempuh melaporkan Anita Noeringhati dan Nurdin Halid kepada majelis etik, dikarenakan dua unsur pimpinan sidang tersebut berlaku arogan dan tidak mau membuka hasil verifikasi berkas pencalonan calon ketua DPD Golkar Sumsel periode 2020-2025. Tutup Eliyanto Abusama. (**GH)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *