Menjelang Pilkada 2020, Jaga Keutuhan OKU Timur dengan Empat Pilar Kebangsaan

Berita Haluan.com–H. Wahyu Sanjaya anggota MPR RI/DPR RI melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan dan kenegaraan di Dusun Jelabat Desa Serba Guna Kecamatan Belitang I Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur). Dalam acara tampak dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, pemerintah Desa. (Rabu, 5/2/2020)

Dalam penjelasannya Wahyu Sanjaya mengatakan “Empat Pilar Kebangsaan terdiri dari Pancasila, Undang-undang dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika” dari empat pilar inilah menjadi kekuatan kebangsaan kita Indonesia yang telah disepakati oleh para pendiri republik ini.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan. “Pancasila menjadi jati diri kita sebagai warga negara indonesia, untuk kita terapkan dalam keseharian pergaulan serta fungsi dan peofesi kita masing-masing, dari pemaknaan pancasila ini sebagai insan yang berketuhanan yang Maha Esa maka kita akan menjadi taat beribadah kesalehan sesuai agama masing-masing”.

Jika kita sudah menjalankan perintah tuhan di setiap agama yang kita anut, maka disitulah akan tercipta kedamaian, ketentraman. Karena tidak ada ajaran agama manapun untuk saling membenci, saling membunuh. Semua agama mengajarkan kebaikan ini baru sila pertama. Ujar Wahyu Anggota DPR RI Komisi II

Wahyu Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat menegaskan. Dalam waktu dekat OKU Timur akan menggelar Pilkada langsung 2020 untuk memilih kepala daerah. Sebagai insan yang pancasilais kita jaga kondusifitas berlangsungnya Pilkada. “Demokrasi itu dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Silakan rakyat memilih dengan pilihan yang terbaiknya, mari kita jaga pilkada dengan nilai-nilai pancasila, UUD 1945, dan menjunjung nilai-nilai keutuhan NKRI. Jangan sampai karena beda pilihan terjadi pertikaian dan keributan”.

Dalam kesempatan acara sosialisasi, Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan kondisi masyarakat di Belitang Kab. OKU Timur sangat majemuk terdiri dari berbagai suku, suku jawa, bali, sunda, batak, komering dll. Kondisi ini sangat rentan konflik. Untuk itulah perlu sekali acara seperti ini untuk memberikan pemahaman Bhineka Tunggal Ika.

Menanggapi pernyataan tersebut. Wahyu menjelaskan “Penting bagi seluruh instansi pemerintahan eksekutif dan legislatif, TNI dan Polri untuk memberikan pemahaman yang utuh dalam menerapkan arti dari berbeda-beda tetap satu jua. OKU Timur menjadi kuat karena kedatangan dan keragaman suku dan agama. Tentu setiap suku memiliki kearipan lokal tersendiri untuk dikembangkan secara adat, budaya dan pengembangan ekonomi kreatif”. Tutup Wahyu (***HD)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *